Minggu, 31 Maret 2013

MENSTRUASI DINI PICU DEPRESI PADA REMAJA

Gadis yang mendapatkan menstruasi pertama mereka lebih awal, cenderung mengalami depresi selama masa remaja. Itu menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Bristol University, Inggris.
 
Mereka melibatkan anak perempuan berusia 10, 13, dan 14 tahun untuk menguji hubungan antara awal periode menstruasi dan depresi. Penelitian menunjukkan, anak perempuan yang mendapatkan menstruasi pertama mereka sebelum usia 11, lima tahun cenderung mengalami depresi. Sementara, mereka yang mendapatkan menstruasi pertama pada usia 13, lima tahun kemudian relatif kurang mengalami gejala depresi.

“Gadis-gadis yang menstruasi lebih awal mungkin merasa teriosolasi dan harus menghadapi kenyataan dan perubahan, sementara mereka tidak siap secara emosional,” kata kepala peneliti Dr. Carol Joinson dari School of Social and Community Medicine,  University Bristol, seperti dikutip NY Daily News.
Perubahan ini termasuk fluktuasi hormonal dan konflik dengan teman atau orangtua. Termasuk juga ketika mereka tiba-tiba mendapatkan perhatian khusus dari lawan jenis.

Penelitian ini hanya melihat pemicu depresi pada remaja berdasarkan periode menstruasi dini. Hubungan antara pubertas dini dan depresi setidaknya berguna untuk mengembangkan pola terapi psikologis untuk meredamnya, semacam konseling.

Penting untuk membantu gadis muda dengan pubertas dini yang memiliki risiko lebih besar terkena masalah psikologi, melalui sekolah atau program berbasis keluarga, yang ditujukan sebagai langkah pencegahan.

TERTAWA DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

Tertawalah anda sepuasnya pada tempat yang tepat, maka Anda akan sehat. Bahkan ketika Anda sedang sakit sekalipun, tertawa akan memberi efek yang menyehatkan. Setidaknya itu berlaku jika Anda menderita luka di kaki. Ternyata dapat menyembuhkan sakit yang kita derita.
Tim peneliti dari Universitas Leeds, Inggris, menemukan bahwa  tertawa dapat mempercepat penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan dengan pengobatan teknologi terbaru. Temuan itu diperoleh dari riset yang dilakukan selama lima tahun terhadap 337 pasien. Dalam riset itu peneliti membandingkan efek tertawa ditambah perawatan luka biasa, dengan penggunaan ultrasound dosis rendah pada luka di kaki pasien.

Partisipan merupakan penderita borok atau luka di bagian kaki yang tidak sembuh-sembuh dalam waktu enam bulan atau lebih. Sebagai prosedur standar, tim peneliti membebat luka untuk merangsang aliran darah dari kaki kembali ke jantung.

Sebab, menurut Professor Andrea Nelson, kunci merawat pasien dengan masalah di kaki adalah dengan merangsang aliran darah kembali dari kaki ke jantung.

’’Cara yang biasanya dilakukan adalah dengan perban kompresi dan stocking yang dikombinasikan dengan pola makan dan olahraga yang benar,” kata pimpinan riset itu seperti dilansir BBC.

Setelah itu peneliti mencoba menambahkan penggunaan gelombang suara (ultrasound) sebagai tambahan prosedur standar. Ternyata tidak ditemukan perbedaan yang berarti pada tingkat kecepatan kesembuhan. Namun ketika para pasien diminta untuk lebih sering tertawa, luka lebih cepat sembuh.  Nelson mengatakan, “Hal ini karena tertawa membuat diafragma bergerak dan ini memainkan peranan penting dalam menggerakan darah ke seluruh tubuh.”

Jumat, 29 Maret 2013

HENTIKAN KEBIASAAN MENDENGARKAN MUSIK SAMBIL TIDUR

Beberapa diantara kita punya kebiasaan tidur sambil nyalakan TV, Laptop, dan atau pakai headset. Taukah anda bahwa kebiasaan itu sangat berbahaya? 
Tidur merupakan kebutuhan alami manusia. Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi mengganti sel-sel  tubuh yang mati.

Nah tahukah Anda, bagaimana cara mendapatkantidur yang baik dan berkualitas?


Salah satu caranyaadalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi
mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.


Hormon Melatonin


Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormonmelatonin ini juga akan mengalami penurunan,sejalan dengan pertambahan usia manusia.Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitarusia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun
dan sering berefek pada kesulitan tidur.

Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan
imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih  dalam masa pertumbuhan.

Matikan Televisi dan Musik


Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, ataumenonton televisi sampai tertidur, ataumembiarkan lampu di ruangan menyala terang,memang sulit dihilangkan dan menurut sebagianorang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress) Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.


Penjelasannya :

Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun,yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.

Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalamipenurunan. Namun apabila kita tidur sambilmendengarkan musik, televisi dalam keadaanhidup atau lampu ruangan sedang menyala terang,maka gelombang suara atau cahaya yangdipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima
oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran
di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retinadan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebutakan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerjadan mengolah informasi yang masuk.

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam,berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi
tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.

SALAH SATU PEMICU PENYAKIT KRONIS ADALAH MENDENGKUR

Jika saat ini ada persepsi bahwa tidur mendengkur atau mengorok merupakan tidur nyenyak, ternyata itu salah besar. 

Justru perlu diwaspadai bahwa tidur mendengkur menjadi gejala gangguan tidur yang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes.

Kesadaran terhadap gangguan tidur ini mulai dikampanyekan agar masyarakat mulai mewaspadai gejala-gejalanya.

Kesadaran yang dimunculkan ini bertepatan dengan peringatan World Sleep Day yang diperingati 15 Maret lalu bertema Good Sleep, Healthy Aging.

General Manajer Philips Healtcare Indonesia, Teguh Purwanto mengatakan, salah satu yang penting adalah membangun kesadaran akan adanya gangguan tidur seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang mempengaruhi kualitas hidup dan membuat penderita berisiko terkena penyakit serius.

Dalam membangun kesadaran tersebut Philips Healthcare Indonesia bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menggelar konferensi pers terkait OSA di Jakarta, Rabu (27/3).

Ketua Indonesia Sleep Society yang juga dokter spesialis gangguan tidur, Dr Rimawati Tedjasukmana mengungkapkan, OSA merupakan penyakit kesehatan masyarakat yang penting apalagi dengan meningkatnya obesitas.

"Gejala klinisnya 95 persennya adalah mendengkur, 75 persen mengantuk tidur tidak nyenyak 69 persen, sakit kepala 35 persen, impotensi 40 persen dan nokturia atau terbangun dan kencing di malam hari 30 persen. Orang dengan obsesitas pun rentan menderita OSA," paparnya.

Rima pun menyarankan pasien yang mengalami indikasi tersebut segera memeriksakan diri di sleep klinik yang kini ada di tiga rumah sakit di Jakarta yakni RS Medistra, Persahabatan dan Mitra Kemayoran. Gangguan OSA serius harus diperiksa dengan polysomnography.
Jika OSA masih dalam kondisi ringan misalnya hanya 15 kali per jam berhenti bernapas saat tidur, pasien bisa melakukan terapi penurunan berat badan, menghindari alkohol dan tidur dalam posisi miring.

Sementara itu, ahli Jantung RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Bambang Budi Siswanto juga mengingatkan, mengorok atau gangguan bernafas saat tidur sangat mengganggu kesehatan sehingga dapat menimbulkan sakit irama jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan kematian mendadak bila tidak terdeteksi sejak awal.

"Gangguan ini juga menyebabkan mengantuk berat di siang hari, terganggunya konsentrasi kerja, pemarah dan kecelakaan lalu lintas.

Senin, 25 Maret 2013

KECERDASAN ANAK DI PENGARUHI OLEH PENCERNAAN YANG SEHAT

Pencernaan yang sehat bukan hanya berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menyerap nutrisi saja, namun juga mempengaruhi pertumbuhan otak. Bahkan, ada yang mengatakan usus adalah organ kedua terpenting manusia setelah otak.

Menurut pemaparan dari dokter spesialis anak dari Divisi Tumbuh Kembang Anak Ahmad Suryawan, pencernaan mempengaruhi perkembangan fungsi otak yang dikenal dengan istilah gut-brain axis.

"Otak membutuhkan energi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menyerap zat gizi tetapi juga berkomunikasi dua arah dengan otak," ujarnya dalam acara peluncuran Happy Tummy Council di Jakarta (25/3/13).

Hubungan gut-brain axis, jelas dokter dengan sapaan akrab Wawan ini, tidak sesederhana otak membutuhkan nutrisi yang diserap dari sistem pencernaan, namun memiliki kaitan yang kompleks karena melibatkan tiga sistem utama tubuh yaitu sistem saraf, sistem imun, dan sistem hormon.

"Maka dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan akan sangat mempengaruhi perkembangan fungsi otak," ungkap dokter dari Rumah Sakit dr. Soetomo ini.
Perkembangan fungsi otak, kata Wawan, memiliki periode kritis yaitu di saat sejak masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. "Hingga anak berusia 2 tahun, ia sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa," tutur Wawan.

Sedangkan dari usia 2 hingga 6 tahun, anak memiliki 95 persen otak orang dewasa. Yang artinya, hingga usia 6 tahun pun masih dikatakan saat perkembangan fungsi otak yang kritis.
Oleh karenanya, untuk mendapatkan perkembangan fungsi otak yang optimal, sistem pencernaan pun perlu sangat diperhatikan kesehatannya, terutama pada saat-saat kritis tersebut.

"Dengan memperhatikan kesehatan saluran cerna, maka anak akan memperoleh kemampuan motorik, komunikasi, kognitif, maturasi, emosi, kompetensi sosial yang baik dari perkembangan fungsi otak yang optimal," paparnya.
Selain dari menjaga kesehatan pencernaan, lanjut Wawan, dibutuhkan pula pola asuh yang baik, seperti memberikan nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang optimal untuk memanfaatkan masa kritis perkembangan fungsi otak.

sumber kompas.com

JANGAN REMEHKAN MENGANTUK YANG BERLEBIHAN

Terkadang kita merasa lelah dan mengantuk. Setelah jam makan siang, kantuk berkunjung dan membuat kita menguap dan mengusap mata. Sementara itu, ada sebagian dari kita yang amat sulit menahan kantuk. Bahkan kalau diperhatikan, ia sepanjang hari bolak-balik menyeduh kopi dan merokok untuk sekadar mempertahankan kemampuan konsentrasi. Inilah mengantuk berlebihan!

Kantuk berlebihan diketahui membuat kita lamban dan ceroboh, yang tentu saja mengganggu performa di kantor, pekerjaan dan sekolah. Bahkan bagi pengendara, mengantuk adalah ancaman utama keselamatan di perjalanan.

Orang yang mengantuk juga cenderung agresif dan emosional. Tak heran jika kantuk pada siswa berhubungan dengan kenakalan di kelas, atau ada penelitian yang menyebutkan bahwa wanita yang cukup tidur akan menjamin kebahagiaan perkawinan. Ya, kesehatan tidur juga akan menentukan kesehatan emosi dan hubungan antar-personal manusia.

Mengantuk, normal atau tidak?
Kantuk berbeda dengan fatigue (lelah). Fatigue adalah rasa lelah kehabisan tenaga hingga ingin beristirahat, dan istirahat dalam artian bukan tidur. Mengantuk berlebihan juga harus dibedakan dengan perasaan tertekan atau depresi. Mereka yang merasa tertekan tak mau melakukan aktivitas, bahkan yang sebelumnya menggembirakan.

Mengantuk berlebihan bukanlah penyakit tersendiri. Kantuk berlebih dapat disebabkan oleh banyak hal, atau bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tidur yang lebih serius.

Yang pertama perlu dibedakan adalah apakah kantuk ini bersifat normal atau patologis. Normal jika memang disebabkan oleh kurangnya durasi tidur. Masyarakat modern memang tak memprioritaskan tidur, konon demi produktivitas. Akibatnya, kesehatan tidur tak diperhatikan. Selain mengorbankan waktu tidur, banyak kebiasaan-kebiasaan kita yang sebenarnya tak sehat bagi tidur. Koneksi internet, cahaya 24 jam, minuman berkafein, berolah raga di malam hari, dan lain-lain.

Sementara itu, mengantuk yang tak normal adalah rasa kantuk yang masih ada walau tidur telah rutin cukup. Penyakit tidur yang bisa menjadi penyebab adalah sleep apnea, periodic limb movements in sleep atau narkolepsi. Sleep apnea paling banyak diderita, tetapi diabaikan karena penderitanya hanya tahu dia bangun tak segar dan mengantuk berlebihan tanpa tahu apa yang ia alami sepanjang malam. Hanya dari orang lain, biasanya pasangan, ia tahu dirinya mendengkur. Sayangnya, kebanyakan penderita tak mengaitkan kebiasaan ngorok dengan kantuk yang dialami.

Akibat mengantuk

Apa pun penyebab mengantuk berlebihan sebaiknya didiskusikan dengan dokter. Siapa tahu, sakit kepala yang sering dialami berkaitan dengan kantuk. Peningkatan tekanan darah, atau penurunan daya tahan tubuh juga bisa disebabkan oleh mengantuk berlebihan.

Banyak orang akan dibantu untuk mengubah jadwal serta kebiasaan-kebiasaan tidurnya agar lebih sehat. Sementara itu, sebagian lainnya memerlukan pemeriksaan medis yang lebih serius. Pemeriksaan di laboratorum tidur adalah salah satunya.

Kalau Anda merasa lamban, terus mengantuk, kurang produktif, hampir alami kecelakaan atau sering membuat kesalahan konyol, jangan cuma mengambil kopi dan terus "memaksakan" diri. Masa depan dan nyawa menjadi taruhannya. Bill Clinton sendiri mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan yang ia buat kebanyakan ia lakukan saat kelelahan. Bayangkan jika di pekerjaan, Anda sampai dicap pemalas dan lamban, atau dianggap tak bisa berkembang, kurang inovatif, bahkan tak punya kreativitas. Kesehatan tidur akan menjamin produktivitas dan karier terus meningkat karena tidurlah vitamin otak sesungguhnya.

Terlebih lagi, dalam konteks berkendara, dengan terus mengemudi saat mengantuk, kita bukan hanya membahayakan diri, melainkan juga keselamatan orang lain. Ingat saja berbagai kecelakaan fatal di media, hampir semua disebabkan oleh kantuk. Fakta dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, 1 dari 24 pengendara mengaku pernah tertidur di perjalanan.

Akibat mengantuk pada kesehatan juga tak main-main. Berbagai penelitian menghubungkan kantuk dengan buruknya kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengantuk juga menyebabkan kegemukan dan obesitas. Bahkan, tata laksana mengenai tekanan darah tinggi yang dikenal dengan dokumen JNC7 sudah memasukkan penyakit tidur sleep apnea sebagai salah satu penyebab utama hipertensi.

Waspada mengantuk berlebihan
Mengantuk berlebihan diderita luas, tetapi banyak orang tak menyadarinya. Entah karena sudah terlalu lama diderita hingga dianggap biasa, atau karena konsumsi kafein sepanjang hari. Akan tetapi, mengantuk berlebihan nyata pengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup seseorang.

Perhatikan kesehatan tidur, biasakan juga untuk membicarakan kebiasaan tidur dengan dokter. Mengantuk berlebihan bukan kondisi yang normal, bukan juga kemalasan. Mengantuk berlebihan bisa diatasi, atau diobati. Sayang jika diabaikan begitu saja.

Selasa, 19 Maret 2013

MENGENALI PENYEBAB NYERI LEHER

Penyebab paling umum nyeri leher adalah kelainan pada jaringan lunak yang terkait cedera atau pemakaian dan aus yang berkepanjangan. Pada kasus yang jarang, infeksi atau tumor dapat menyebabkan sakit leher. Pada beberapa orang, masalah leher dapat menjadi sumber rasa sakit di punggung atas, bahu, atau lengan.
Atlet dan orang-orang dengan gaya hidup aktif kemungkinan memiliki masalah leher cukup tinggi. Adanya trauma akibat jatuh dan tergelincir dalam kecelakaan sepeda atau mobil yang tidak sepenuhnya disembuhkan dapat memperburuk nyeri leher.
Hanya sedikit obat penghilang rasa sakit dapat mengurangi nyeri leher. Namun, jika dibiarkan tidak diobati untuk waktu yang lama, rasa sakit itu bisa menjadi akut. Bila gangguan sakit leher tidak hilang setelah enam minggu, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.
Apa yang terjadi bila tidak diobati?

Sebagai permulaan, Dr Lee menyarankan mengobati nyeri leher akut guna mencegahnya menjadi kronis. Sakit leher kronis dapat menyebabkan penurunan kondisi, otot kaku, kontraktur (leher bengkok), dan kekakuan. Akan ada penurunan gerakan leher, bahkan mungkin membengkokkan tubuh.


Gejala berkaitan dengan sakit nyeri leher:

Tonjolan diskus serviks.
Diskus yang terselip di daerah leher dapat menyebabkan sakit nyeri leher berkepanjangan dengan kekakuan yang konstan di sekitar leher dan otot bahu. Nyeri ini bisa menyebar ke bahu dan/atau lengan. Bergantung pada derajat tonjolan, ruas tulang belakang dapat dipersempit ke berbagai tingkatmemberikan rasa kebas dan kelemahan pada tangan.


Sakit kepala cervicogenic.
sakit kepala tertentu yang berhubungan dengan nyeri leher. Mereka muncul secara spontan, kadang begitu kuat hingga membangunkan pasien dari tidur. Rasa sakit kerap terasa tajam dengan masing-masing durasi berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam. Hal ini dapat disertai dengan rasa kebas di bahu ataupun tangan.

Gejala nyeri miofasial.
Sering kali, pasien ini memiliki banyak titik picu lemah di atas bahu mereka, leher dan punggung atas, di antara skapula mereka dan menyebabkan lengan lemah. Jenis rasa sakit ini dapat dihilangkan dengan pijatan atau akupresur untuk periode waktu yang singkat. Nyeri ini mungkin dipicu oleh stres.
Fibromyalgia
Nyeri otot yang secara umum melibatkan leher, pinggang bawah, bahu, bokong, dan anggota gerak. Ada sering keterlibatan kelelahan yang parah, nyeri perut, atau tekanan psikologis. Pasien mungkin mengalami kekakuan sendi di tangan, kaki, dan leher pada pagi hari

Rheumatoid arthritis. 
Gangguan sistemik yang melibatkan kondisi inflamasi poly arthritis, melibatkan tangan dan kaki atau nyeri leher.
Efek stres.
Jika seseorang bergegas untuk memenuhi tenggat waktu, tanpa sadar, otot-otot leher menegang dan leher memendek sehingga menyebabkan sendi leher tertekan. Studi telah menunjukkan bahwa stres mengurangi pernapasan seseorang, mengurangi oksigenasi untuk sejumlah otot tertentu.