Jumat, 29 Maret 2013

SALAH SATU PEMICU PENYAKIT KRONIS ADALAH MENDENGKUR

Jika saat ini ada persepsi bahwa tidur mendengkur atau mengorok merupakan tidur nyenyak, ternyata itu salah besar. 

Justru perlu diwaspadai bahwa tidur mendengkur menjadi gejala gangguan tidur yang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes.

Kesadaran terhadap gangguan tidur ini mulai dikampanyekan agar masyarakat mulai mewaspadai gejala-gejalanya.

Kesadaran yang dimunculkan ini bertepatan dengan peringatan World Sleep Day yang diperingati 15 Maret lalu bertema Good Sleep, Healthy Aging.

General Manajer Philips Healtcare Indonesia, Teguh Purwanto mengatakan, salah satu yang penting adalah membangun kesadaran akan adanya gangguan tidur seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang mempengaruhi kualitas hidup dan membuat penderita berisiko terkena penyakit serius.

Dalam membangun kesadaran tersebut Philips Healthcare Indonesia bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menggelar konferensi pers terkait OSA di Jakarta, Rabu (27/3).

Ketua Indonesia Sleep Society yang juga dokter spesialis gangguan tidur, Dr Rimawati Tedjasukmana mengungkapkan, OSA merupakan penyakit kesehatan masyarakat yang penting apalagi dengan meningkatnya obesitas.

"Gejala klinisnya 95 persennya adalah mendengkur, 75 persen mengantuk tidur tidak nyenyak 69 persen, sakit kepala 35 persen, impotensi 40 persen dan nokturia atau terbangun dan kencing di malam hari 30 persen. Orang dengan obsesitas pun rentan menderita OSA," paparnya.

Rima pun menyarankan pasien yang mengalami indikasi tersebut segera memeriksakan diri di sleep klinik yang kini ada di tiga rumah sakit di Jakarta yakni RS Medistra, Persahabatan dan Mitra Kemayoran. Gangguan OSA serius harus diperiksa dengan polysomnography.
Jika OSA masih dalam kondisi ringan misalnya hanya 15 kali per jam berhenti bernapas saat tidur, pasien bisa melakukan terapi penurunan berat badan, menghindari alkohol dan tidur dalam posisi miring.

Sementara itu, ahli Jantung RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Bambang Budi Siswanto juga mengingatkan, mengorok atau gangguan bernafas saat tidur sangat mengganggu kesehatan sehingga dapat menimbulkan sakit irama jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan kematian mendadak bila tidak terdeteksi sejak awal.

"Gangguan ini juga menyebabkan mengantuk berat di siang hari, terganggunya konsentrasi kerja, pemarah dan kecelakaan lalu lintas.

0 komentar: