Rabu, 06 Maret 2013

APAKAH AMANDEL DAPAT MENURUNKAN TINGKAT KECERDASAN ANAK ?

Apakah, si kecil susah menelan dan mendengkur ketika terlelap?
Waspadalah, siapa tahu ada masalah pada amandelnya. Kalau menyebut amandel, biasanya kita langsung membawa ke dokter, bicara soal antibiotik, dan jika sakit terjadi berkali-kali, maka muncul wacana operasi.
Timbul rasa takut, jika amandel diangkat, anak kita jadi lebih gampang sakit. Masih ditambah kemungkinan si kecil gagal memaksimalkan kecerdasan selama proses tumbuh kembang. Benarkah?
“Bakso” di Pangkal Lidah Amandel di kamus kedokteran disebut tonsil, letaknya di pangkal lidah. Jika anak atau Anda sakit, lalu diperiksa dokter, kita diminta membuka mulut dan menjulurkan lidah. Saat itulah terlihat organ berbentuk bulat lonjong mirip bakso, yang melekat pada dinding kanan dan kiri tenggorokan. Itulah amandel.

“Fungsinya, pembentuk antibodi, menjaga daya tahan tubuh agar tidak sakit. Dialah first line untuk penyaring kuman,” beri tahu dr. Grace Beatrix (35) kepada Bintang.

Grace mengingatkan, pengangkatan amandel bukan pilihan utama. Karena fungsinya menyaring kuman atau bakteri yang menyelinap lewat makanan dan udara, sebisa mungkin hindari operasi. Operasi amandel langkah darurat jika organ sudah tidak mungkin diselamatkan lagi. Amandel boleh dioperasi jika ia berulang-ulang sakit dalam sebulan, susah menelan, tidur mendengkur, dan bau napas.

Dokter umum atau anak biasanya akan berkonsultasi dengan dokter THT sebelum melakukan tindakan medis. Sebelum amandel diangkat konsultasi dilakukan untuk memastikan persoalan memang ada pada amandel, bukan radang paru-paru. Mengingat awam kadang susah membedakan.

“Amandel keluhan utamanya sakit menelan, terasa mengganjal di sekitar pangkal leher. Itu bisa dibedakan dari radang paru-paru. Biasanya pengidap radang paru-paru sejak awal batuk pilek disertai demam tinggi. Kalau amandel beda lagi, lebih ke sakit tenggorokan daripada keluhan batuk pileknya. Ditambah demam di atas 38,5 derajat Celsius,” demikian Grace menerangkan.

Mayoritas ibu waswas jika operasi amandel mulai digagas. Ibu tentu pikir-pikir, kalau amandel diangkat, buah hati mereka akan lebih mudah sakit mengingat tidak ada lagi organ yang bisa menyaring kuman dan bakteri masuk lewat makanan dan udara. Pemikiran macam ini berkembang menahun lalu menjadi mitos. Ini salah kaprah yang patut diluruskan. Grace menyebut, amandel sebagai first line.

Dikatakan first (pertama-red) karena ada organ pembendung kuman bakteri kedua dan ketiga. Amandel satu dari tiga kelenjar penyaring kuman di area rongga mulut. Dua teman amandel lainnya, terletak di sekitar pharinx (kerongkongan-red) dan satu lagi di belakang hidung alias adenoid. Ketiganya digelari tim perintang kuman. Ingat, perintang kuman tidak hanya diproduksi area rongga mulut. Hampir seluruh tubuh kita bahu-membahu menyelamatkan badan dari kuman dan virus.

Menurunkan Tingkat Kecerdasan Anak? 
Ada lagi istilah lain yang bikin ibu deg-degan: amandel sensitif. Sebentar-sebentar amandelnya sakit atau kena radang. Sebenarnya, penyebab radang amandel itu infeksi bakteri atau jamur. Kasus ini tidak datang sendiri. Sebelum amandel diserang, biasanya didahului infeksi virus yang membuat daya tahan anggota keluarga Anda melorot. Insiden ini disusul infeksi sekunder.

“Begini, amandel sensitif atau rentang kena radang lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik alias stamina. Misalnya orang dewasa yang daya tahannya lemah atau balita dengan gizi kurang memadai. Intinya, stamina fit dan pola makan berimbang. Makan dan minum apa pun tidak akan mudah membuat amandel kita bereaksi negatif lalu sakit. Fungsi amandel tidak berkorelasi kuat dengan umur. Banyak orang dewasa yang amandelnya masih berfungsi prima,” Grace menukas. Pertanyaan lain yang muncul, benarkah sakit amandel menurunkan tingkat kecerdasan anak?

Begini, “bakso” dalam tenggorokan itu ukurannya bermacam-macam. Jika amandelnya terlalu besar (hipertrofi-red), akan menyebabkan masalah. Pertama, anak malas makan karena amandel yang terlalu besar membuat si kecil susah menelan. Kalaupun bisa menelan, dibarengi rasa sakit di area tenggorok. Padahal asupan makanan cukup penting untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya.

“Lagi pula, tempat bercokolnya amandel adalah jalan napas. Kalau terlalu besar, anak jadi susah menghirup oksigen. Akibatnya, orang tua yang datang ke saya sering mengeluh buah hati mereka kerap mendengkur. Oksigen elemen penting bagi otak! Tanpa oksigen, kinerja otak kurang maksimal,” kata Grace. Itu sebabnya, anak dengan amandel bengkak atau terlalu besar (dan tak mendapat penanganan segera) kerap terlihat lesu, lemah, kurang aktif, dan mudah mengantuk.

0 komentar: